7 Cara Terbaik Memilih Processor untuk PC

Thursday, December 29th, 2016 - TIK

7 Cara Terbaik Memilih Processor untuk PC – Alhamdulillah sahabat pada pagi hari saya akan membagikan artikel tentang 7 Cara Terbaik Memilih Processor untuk PC.Untuk komponen ini baik Anda seorang gamer atau bukan harus menggunakan procie dengan kecepatan yang mumpuni. Tujuannya, jelas agar kerja anda tidak tergangu oleh loading pada saat anda bekerja dengan komputer anda.

Melihat sebuah spesifikasi processor bukan hanya dari kecepatannya atau core speed saja. Banyak faktor lain yang mempengaruhi. Contohnya jumlah Inti Core processor, teknologi, graphic, daya dan kesesuaian dengan komponen lain. Semakin selaras sebuah prosesor dengan komponen lain, semakin stabil kinerja komputer gaming Anda.

 

7 Cara Terbaik Memilih Processor untuk PC

7 Cara Terbaik Memilih Processor untuk PC

 

Apa saja yang perlu dilihat ketika anda ingin membeli processor?

1. Ketahanan

Jika anda menggunakan komputer dalam jangka waktu yang lama setiap harinya gunakanlah Intel dan jika anda hanya menggunakan komputer hanya beberapa jam setiap harinya dan mementingkan performa gunakanlah AMD. Maksud ketahanan di sini adalah ketahanan terhadap panas pada processor itu sendiri pada saat bekerja. Untuk saat ini panas Procie sudah bisa di atasi dengan menggunakan pendingin yang bagus, lebih maknyus lagi kalau menggunakan pendingin cairan (Water Cooling System).

2. Teknologi

Semakin canggih teknologi sebuah processor, maka sebaik baik performanya. Intel teknologi terbaru adalah Intel Haswell generasi ke-4 yang memiliki seri 4000, sedangkan AMD Vishera FX. Intel generasi sebelumnya adalah Sandy Bridge dan Ivy Bridge. Generasi ke-4 Intel memiliki keunggulan pada graphic, chace memory lebih besar, support high speed memory frekuenzi dan lebih hemat daya. Baca Perbandingan Intel Haswell VS Ivy Bridge VS Sandy Bridge…

3. Kecepatan Inti (Core Speed)

Lihat kecepatan processor misal 3,4 Ghz, semakin besar core speed sebuah prosesor semakin bagus kinerjanya. Dan jika inti processor (Core) ada 4 dan kecepatannya 3,4 Ghz,maka 4 X 3,4 Ghz maka kecepatan maksimum procie ini adalah 13,6 Ghz. Tetapi hal tersebut jika menjalankan sebuah program yang menggunakan sistem multicore. Jika program yang Anda jalankan hanya menggunakan fitur single Core, maka hanya satu Inti Core yang digunakan.
Inti Processor (Core)

Inti Processor atau lebih di kenal dengan Core (Dual core artinya processor memilih dua buah inti). Jika anda pengguna Chipset LGA 775 saya sarankan untuk menggunakan Processor dengan teknologi tertinggi pada socket ini yaitu Core 2 Quad memiliki 4 Core. Untuk LGA 1150 keatas Gunakanlah Core i3 ke atas. Dan jika anda pengguna AMD AM3 gunakanlah procie Vishera FX atau yang paling murah Phenom Black juga bisa. Untuk melihat kecepatan procie lihatlah berapakah Logica Corenya.

Contoh Core i3 Dual Core, Core i5 Quad Core dan Core i7 Quad core ada juga yang 6 core. Procesor AMD Phenom Black X4 Quad Core, Vishera FX Quad Core, 6 core sampai 8 Core. Processor Intel terbaru saat ini sudah memiliki 8 buah core dan 12 thread. Baca Intel Core i7 X99 Haswell Series…

4. Chace (L1, L2 dan L3)

Cache memory adalah memory berukuran kecil berkecepatan tinggi yang berfungsi untuk menyimpan sementara instruksi dan/atau data (informasi) yang diperlukan oleh prosesor. Boleh dikatakan bahwa cache memory ini adalah memory internal prosesor. Cache memory ini berbasis SRAM yang secara fisik berukuran kecil dan kapasitas tampung datanya juga kecil atau sedikit. Pada saat ini, cache memory ada 3 jenis, yaitu L1 cache, L2 cache, dan L3 cache.

L1 cache terintegrasi dengan chip prosesor, artinya letak L1 cache sudah menyatu dengan chip prosesor (berada di dalam keping prosesor). Sedangkan letak L2 cache, ada yang menyatu dengan chip prosesor, ada pula yang terletak di luar chip prosesor, yaitu di motherboard dekat dengan posisi dudukan prosesor. Pada era prosesor intel 80486 atau sebelumnya, letak L2 cache kebanyakan berada di luar chip prosesor. Chip cache terpisah dari prosesor, berdiri mandiri dekat chip prosesor. Sejak era prosesor Intel Pentium, letak L2 cache ini sudah terintegrasi dengan chip prosesor (menyatu dengan keping prosesor). Posisi L2 cache selalu terletak antara L1 cache dengan memori utama (RAM). Sedangkan L3 cache belum diimplementasikan secara umum pada semua jenis prosesor. Hanya prosesor-prosesor tertentu yang memiliki L3 cache.

Transfer data dari L1 cache ke prosesor terjadi paling cepat dibandingkan L2 cache maupun L3 cache (bila ada). Kecepatannya mendekati kecepatan register. L1 cache ini dikunci pada kecepatan yang sama pada prosesor. Secara fisik L1 cache tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. L1 cache adalah lokasi pertama yang diakses oleh prosesor ketika mencari pasokan data. Kapasitas simpan datanya paling kecil, antara puluhan hingga ribuan byte tergantung jenis prosesor. Pada beberapa jenis prosesor pentium kapasitasnya 16 KB yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu 8 KB untuk menyimpan instruksi, dan 8 KB untuk menyimpan data.

Transfer data tercepat kedua setelah L1 cache adalah L2 cache. Prosesor dapat mengambil data dari cache L2 yang terintegrasi (on-chip) lebih cepat dari pada cache L2 yang tidak terintegrasi. Kapasitas simpan datanya lebih besar dibandingkan L1 cache, antara ratusan ribu byte hingga jutaan byte, ada yang 128 KB, 256 KB, 512 KB, 1 MB, 2 MB, bahkan 8 MB, tergantung jenis prosesornya. Kapasitas simpan data untuk L3 cache lebih besar lagi, bisa ratusan juta byte (ratusan mega byte). Di setiap merk procie pasti di cantumkan Chace antara 1Mb sampai 8Mb, semakin besar semakin bagus. Untuk teknologi terbaru Intel Haswell-E processor sudah memiliki 20 Mb L3 Chace pintar. Baca Intel Generasi Terbaru 2014…

5.Daya Listrik

Anda juga harus melihat berapa konsumsi daya listriknya bandingkan procie dengan performa yang sama tetapi memiliki perbedaan penggunaan listriknya. Maka tentu saja yang dipilih adalah procie yang memiliki kebutuhan daya listrik paling rendah. Yap… tentu saja untuk menghemat penggunaan listrik anda.

6. Motherboard

Tentu saja anda juga harus melihat apakah socket mobo anda support dengan processor yang akan anda beli. Misal Anda membeli processor dengan socket AMD AM3 maka Anda harus menggunakan mainboard yang memiliki socket AM3 juga. Jika Anda memasangkan dengan motherboad dengan socket FM2, tentu saja prosesor tidak akan bisa digunakan.

PENTING : Ada beberapa tipe Processor baru yang membutuhkan chipset khusus untuk mendapatkan performa yang maksimal. Contoh : Intel Core i7 4770K adalah processor yang memiliki fitur overclocking, jadi untuk mendapatkan performa yang maksimal maka Anda harus menggunakan motherboard dengan chipset Z87 atau Z97.

7. Overclocking

Nah ini dilihat jika anda ingin melakukan overclocking. Overclocking adalah meningkatkan kecepatan standar processor. Misal, kecepatan standar adalah 3,4 Ghz, mampu ditingkatkan hingga 3,9 Ghz. Dengan syarat anda harus menggunakan pendingin yang mumpuni.

Demikianlah artikel tentang 7 Cara Terbaik Memilih Processor untuk PC, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin3x, dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya bersama dengan kami di katapendidikan.com

7 Cara Terbaik Memilih Processor untuk PC | admin | 4.5