Artikel Indra Penglihatan Secara Lengkap

Tuesday, August 8th, 2017 - Biologi

Artikel Indra Penglihatan Secara Lengkap РAlhamdulillah sahabat dimanapun berada pada siang hari ini saya admin dari katapendidikan.com kembali akan memberikan update artikel terbaru di dunia biologi dengan judul postingan Artikel Indra Penglihatan Secara Lengkap. Mata mempunyai reseptor untuk menangkap rangsang cahaya yang disebut fotoreseptor.

Artikel Indra Penglihatan Secara Lengkap

Artikel Indra Penglihatan Secara Lengkap

 

Oleh karena itu, pada siang hari pantulan sinar matahari oleh benda-benda di sekeliling kita dapat kita tangkap dengan jelas. Sebaliknya pada malam hari, benda-benda di sekitar kita tidak memantulkan cahaya matahari seperti waktu siang hari. Akibatnya, kita hanya mampu melihat benda-benda itu bila mereka memantulkan cahaya dari sumber cahaya lain, misalnya lampu.

Bagian-bagian Mata dan Fungsinya

Mata terdiri atas beberapa bagian. Penjelasan bagian-bagian mata dan fungsinya adalah sebagai berikut.
1. Sklera : pembungkus lapisan luar

  • Fungsi: Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan memungkinkan melototnya otot mata.

2. Kornea : selaput bening tembus pandang pada bagian depan sklera

  • Fungsi: Penerima rangsang cahaya, mereaksikan cahaya.

3. Koroidea : lapisan tengah di antara sklera dan retina berupa selaput darah (kecuali di bagian depan)

  • Fungsi: Penyedia makan bagi bagian mata yang lain.

4. Iris (selaput pelangi) : selaput berwarna (mengandung pigmen melanin) merupakan bagian depan koroidea

  • Fungsi: Melindungi refleksi cahaya dalam mata, mengendalikan kerja pupil.

5. Pupil : berupa lubang yang dibatasi oleh iris

  • Fungsi: Mengatur banyak sedikit cahaya yang diperlukan mata.

6. Lensa : berupa lensa bikonveks

  • Fungsi: Membiaskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan benda tepat jatuh pada retina mata.

7. Aqueous humor : berupa cairan encer

  • Fungsi: Menjaga bentuk kantong depan bola mata.

8. Vitreous humor : berupa cairan bening dan kental

  • Fungsi: Meneruskan rangsang ke bagian mata memperkukuh bola mata

9. Retina : selaput jala

  • Fungsi: Menerima bayangan dan untuk melihat benda.

10. Fovea (bintik kuning) : berupa bagian yang mengandung selsel kerucut

  • Fungsi: Sebagai tempat bayangan jatuh pada daerah retina.

11. Badan silia : berupa otot melingkar dan otot radial yang terdekat pada ujung depan lapisan koroid yang membentuk penebalan

  • Fungsi: Menyokong lensa dan mensekresikan aqueous humor.

12. Bintik buta : tempat saraf optik meninggalkan bagian dalam bola mata

  • Fungsi: Tidak peka terhadap cahaya karena tidak mengandung sel konus dan sedikit sel batang.

13. Saraf mata : berupa serabut saraf

  • Fungsi: Meneruskan rangsang cahaya ke saraf kranial (saraf optik).

Urutan Penerimaan Rangsang pada Mata

Rangsang yang diterima indra penglihat (mata) berupa cahaya. Cahaya yang masuk melalui kornea akan diteruskan seperti berikut. Cahay – Aqueous Humor – Pupil – Lensa – Vitreous humor – Retina

a. Pupil Menyempit dan Melebar

Apabila cahaya yang masuk terlalu terang, pupil akan menyempit atau mengalami konstriksi. Bila cahaya redup, pupil akan melebar atau mengalami dilatasi. Cahaya yang dipantulkan ke mata masuk ke dalam retina khususnya pada fovea (bintik kuning). Cahaya ini dapat terfokus ke dalam fovea karena diatur oleh lensa.

b. Daya Akomodasi

Lensa mata mempunyai kemampuan untuk memipih dan mencembung. Kemampuan ini disebut daya akomodasi. Coba Anda rasakan gerakan otot mata Anda saat membaca buku ini. Pada jarak seperti ini berarti jarak benda dekat. Apakah Anda merasakan adanya perubahan pada otot mata Anda bila dibandingkan dengan otot mata yang digunakan saat melihat benda yang jauh?

Otot yang terikat pada lensa dan dinding koroidea ini disebut otot siliaris. Otot ini berfungsi mengubah bentuk lensa. Apabila lensa digunakan untuk melihat benda jarak dekat maka lensa mata akan mencembung, bentuk lensa akan memipih bila digunakan untuk melihat benda jarak jauh.

Macam-macam Sel pada Retina Mata

Pada retina terkandung 2 macam sel yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang mengandung pigmen rhodopsin, yaitu suatu bentuk senyawa vitamin A dengan protein tertentu. Selsel ini paling banyak terletak di fovea dan berfungsi untuk menerima bayangan dengan cahaya lemah, dan bayangan yang terbentuk atau terpersepsi hitam putih.

Selain mengandung sel batang, retina juga mengandung sel kerucut atau sel konus. Sel ini mengandung iodopsin. Fungsi sel konus untuk menerima rangsang warna merah, biru, dan hijau. Setiap satu sel kerucut mengandung satu di antara ketiga pigmen. Apabila retina mata hanya memiliki satu pigmen atau sel kerucut satu maka akan mengalami buta warna. Orang yang hanya memiliki dua macam sel kerucut disebut dikromat. Sementara itu, orang yang hanya memiliki satu macam sel kerucut disebut monokromat. Pada monokromat, warna yang terlihat oleh mata hanya hitam dan putih serta bayangan kelabu.

Seluruh bagian retina terdapat sel-sel batang maupun sel kerucut, kecuali tempat saraf mata berada. Daerah tempat saraf mata ini sangat kecil hingga menyerupai sebuah titik saja. Titik kecil ini disebut bintik buta.

Macam-macam Cacat Pada Mata

1. Rabun dekat(hipermetropi)

Cacat mata yang mengakibatkan pandangan mata kabur jika melihat benda yang dekat dengan mata. Hal ini karena lensa mata tidak dapat mencembung dengan sempurna. Rabun dekat dapat dibantu dengan kacamata berlensapositifatau cembung.

2. Rabun jauh (miopi)

Yaitu cacat mata yang mengakibatkan pandangan mata kabur jika melihat benda yang jauh dari mata. Hal ini karena lensa mata tidak dapat memipih dengan sempurna. Rabun jauh dapat dibantu dengan kacamata berlensanegatifatau cekung.

3. Mata tua(presbiopi)

Merupakan cacat mata yang mengakibatkan pandangan mata kabur jika melihat benda yang dekat maupun benda yang jauh. Cacat mata ini karena lensa mata tidak dapat berakomodasi dengan baik. Mata tua dapat dibantu dengan kacamata berlensa ganda.

4. Rabun Senja (hemeralopi)

Adalah penyakit pada mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Penderita rabun senja tidak dapat melihat dengan jelas pada senja hari. Bila keadaan demikian dibiarkan berlanjut akan mengakibatkan kornea mata rusak dan dapat menyebabkan kebutaan.

5. Buta warna

Cacat mata ini dikarenakan kerusakan sel konus, sehingga penderita tidak dapat membedakan warna. Biasanya merupakan cacat keturunan.

6. Astigmatisme

Kecembungan kornea tidak merata sehingga bayangan menjadi tidak terfokus (kabur). Cacat mata ini dapat dibantu dengan lensa silinder (silindris).

7. Katarak

Katarak adalah cacat mata yang disebabkan adanya pengapuran pada lensa mata sehingga daya akomodasi berkurang dan penglihatan menjadi kabur. Katarak umumnya terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut dan dapat menimbulkan kebutaan.

8. Keratomalasia

Keratomalasia timbul karena kornea menjadi putih dan rusak.

Demikianlah artikel tentang Artikel Indra Penglihatan Secara Lengkap, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin 3x dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya hanya bersama dengan kami di katapendidikan.com

Artikel Indra Penglihatan Secara Lengkap | admin | 4.5