Al Qur’an Merupakan Sumber Dasar Ilmu Kimia

Al Qur’an Merupakan Sumber Dasar Ilmu Kimia – Alquran adalah kitab suci Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W dan sama seperti kitab-kitab lainnya Alquran juga kemudian disampaikan dan diajarkan kepada umat sebagi petunjuk hidup. Semua yang terkandung di Alquran adalah apa yang dibutuhkan manusia untuk mencapai tujuannya yaitu kebahagian yang hakiki dan kebahagian yang hakiki adalah bertemu dengan Allah kelak. Amin.

Alquran berisikan seluruh aspek kehidupan manusia baik itu dunia maupun akhirat. Salah satu aspek yang terkandung dalam Alquran yang dapat menunjang kehidupan dunia dan akhirat adalah ilmu pengetahuan yang harganya sangat tinggi sekali pada masa sekarang. Dari aspek ilmu pengetahuan tersebut ilmu kimia merupakan salah satu ilmu yang mendapatkan perhatian dan dorongan dari Allah melalui kitab Alquran untuk dikembangkan.

Al Qur'an Merupakan Sumber Dasar Ilmu Kimia

Al Qur’an Merupakan Sumber Dasar Ilmu Kimia

 

Beberpa contoh dari sekian banyak ilmu kimia yang terkandung dalam ayat-ayat Alquran adalah sebagai berikut:

Disadur dari Ensiklopedia Ilmu dalam Alquran yang diterjemahkan dari Quranic sciences karangan Afzalur Rahman
Proses penciptaan manusia

“Manusia dan seluruh lingkungan hidupnya terbentuk dari elemen-elemen dan substansi-subsatnsi yang tergabung menjadi sebuah ikatan kimia menurut hukum Allah. Manusia sendiri tercipta dari tanah liat−kemungkinan melalui proses kimia interaktif antara berbagai unsur dalam tanah yang bekerja menurut hukum-hukum Allah melalui proses perubahan dan kombinasi tertentu”.[Afzalur Rahman]

Kalimat di atas adalah sebuah hasil dari proses pencarian dan pemikiran yang dihasilkan dari ayat Alquran yang mendorong manusia untuk berfikir tentang penciptaan dirinya.

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan ajal (kematian), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah yang mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (QS Al-An’am [6]:2)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (QS Al-Hijr [15]:26)

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seseorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (QS AL-Fathir [35]:11)

Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (QS Al-Rum [30]:20)

Ayat-ayat di atas juga merupakan dasar studi yang telah dilakukan para teolog, filsuf, dan ilmuan berabad-abad lamanya. Ayat-ayat tersebut mengundang perhatian ke arah proses penciptaan manusia terutama berhubungan dengan telaah tentang terjadinya reaksi kimiawi dari substansi-substansi yang menjadi bahan baku penciptaannya dan pengaruh terhadap perilakunya sebagai makhluk hidup.

Penciptaan alam sesmesta dan semua benda yang ada di dalamnya Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu kedunya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa. “Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.” Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa Lagi Maha Mengetehui. (QS Fushshilat [41]:11-12)

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah ‘Arasy-Nya di atas air, agar dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Makkah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan suseudah mati,” niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” (QS Hud [11]:7)

Dan apakah orang-oprang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalah satu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman? (QS AL-Anbiya’ [21]:30)

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebenaran Allah. (QS Al-Dzaruyat [51]:49)

Mahasuci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS Ya Sin [36]:36)

Ayat-ayat di atas dan ayat-ayat lain yang serupa dalam Alquran mengajak manusia memikirkan dan merenungkan proses penciptaan yang dilakukan Allah dengan berbagai konteksnya, dan mendorong manusia dalam melakukan eksperimen tentang substansi tentang interaksi berbagai substansi yang berbeda, serta mengadakan studi tentang perubahan-perubahan kimiawi yang memunculkan substansi baru dan seterusnya.

Bagaimana mungkin reaksi kimiawi benda-benda yang tak bernyawa dapat menghasilkan makhluk hidup yang bernama manusia? Komponen-komponen apa saja yang terdapat dalam tanah yang menjadi bahan dasar penciptaan manusia? Dan, reaksi dari unsur apa saja yang menghasilkan makhluk hidup yang mulia itu? Pertanyaan-pertanyaan ini dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang serupa dengan itu menggerakkan para ilmuan berabad-bad lamanya untuk melakukan eksperimen yang mencoba mengungkapkan rahasia bagaimana makhluk hidup terbentuk sebagai hasil pencampuran berbagai unsur.

Alquran bukanlah kitab ilmu pengetahuan atau kitab kimia yang dalam pengertian harfiahnya. Akan tetapi, Alquran adalah kitab petunjuk bagi umat manusia agar selalu berfikir dan bereksperimen. Dari Alquran jugalah para ilmuan Muslim memperoleh inspirasi yang sangat besar dalam mengembangkan ilmu ini.
Ilmuan muslim yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu kimia diantaranya adalah:

  1. Jabir Ibnu Hayyan [721-815]
    Dikenal sebagai “Bapak Kimia Islam” dan pendiri laboraturium pertama. Karyanya yang terkenal adalah “Komposisi Kimia”.
  2. Al-Kindi [809-870]
    Dikenal sebagai fisuf Islam dan ilmuwan pengetahuan alam. Ia menguasai cara-cara pemurnian suatu zat kimia, misalnya distilasi, sublimasi, pengndapan dan pelarutan.
  3. Zakaria Ar-Razi [865-925]
    Karyanya yang terkenal dan menjadi rujukan dalam ilmu kimia adalah “Al-Kimya”.

Demikianlah artikel tentang Al Qur’an Merupakan Sumber Dasar Ilmu Kimia, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin ya rabbal alamin dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya hanya bersama dengan kami di katapendidikan.com

Al Qur’an Merupakan Sumber Dasar Ilmu Kimia | admin | 4.5