Gangguan Serta Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

Sunday, April 23rd, 2017 - Biologi

Gangguan Serta Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia – Alhamdulillah sahabat dimana saja berada puji syukur kepada Allah S.W.T atas nikmat kesehatan yang diberikannya sehingga pada malam hari ini saya admin katapendidikan.com akan memberikan postingan artikel terbaru kami dengan Judul Gangguan Serta Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia. Seperti halnya organ lain, organ reproduksi manusia juga dapat mengalami gangguan atau kelainan. Masalah pada sistem reproduksi manusia bisa disebabkan oleh kelainan maupun penyakit. Gangguan sistem reproduksi dapat terjadi baik pada wanita maupun pria.

Gangguan Serta Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

Gangguan Serta Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

1. Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita

Gangguan pada sistem reproduksi wanita dapat berupa gangguan menstruasi, kanker genitalia, endometriosis, dan infeksi vagina. Berikut ini adalah contoh gangguan, kelainan, dan penyakit pada sistem reproduksi wanita.

a. Gangguan menstruasi

Gangguan menstruasi terdiri atas amenore primerdan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak terjadinya manarkhe (menstruasi) sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang telah mengalami siklus menstruasi.

b. Kanker genitalia

Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks, dan ovarium. Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya, mungkin karena iritasi yang disebabkan oleh virus. Pengobatannya dengan kemoterapi dan bedah laser.

Kanker serviks terjadi bila pertumbuhan sel-sel yang abnormal di seluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dengan pengangkatan uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina, dan kelenjar limfa panggul.

Kanker ovarium gejalanya tidak jelas. Biasanya dapat berupa rasa pegal pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan, atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganannya dengan kemoterapi dan pembedahan.

c. Endometriosis

Endometriosis adalah keadaan di mana jaringan endometrium terdapat di luar rahim, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk, atau jalur di luar rahim. Gejalanya berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri pada saat menstruasi. Jika tidak ditangani akan menyebabkan sulit terjadinya kehamilan. Penanganannya dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi, atau bedah laser.

d. Infeksi vagina

Gejalanya berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi ini menyerang wanita usia produktif terutama yang menikah. Penyebabnya adalah akibat hubungan kelamin.

2. Gangguan pada sistem Reproduksi Pria

Gangguan pada sistem reproduksi pria dapat berupa hipogonadisme, kriptorkidisme, prostatitis, epididimitis, dan orkitis. Berikut ini adalah contoh gangguan, kelainan, dan penyakit pada sistem reproduksi pria.

a. Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan estrogen. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi, dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganannya dapat dilakukan dengan terapi hormon.

b. Kriptorkidisme

Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam scrotum pada waktu bayi. Penangannya dapat dilakukan dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang testoteron.

c. Uretritis

Uretritis, peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Penyebabnya adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum,atau virus herpes.

d. Prostatitis

Prostatitis, merupakan peradangan prostat. Penyebabnya adalah bakteri Escherichia coli ataupun bukan bakteri.

e. Epididimitis

Epididimitis, merupakan infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Penyebabnya adalah E. colidan Chlamydia.

f. Orkitis

Orkitis, merupakan peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.

Demikianlah artikel tentang Gangguan Serta Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin 3x dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya hanya bersama dengan kami di katapendidikan.com

Gangguan Serta Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia | admin | 4.5