Legitimasi Tentang Status Kewarganegaraan Indonesia

Wednesday, March 22nd, 2017 - PKN

Legitimasi Tentang Status Kewarganegaraan Indonesia – Alhamdulillah sahabat dimana saja berada pada kesempatan yang sangat baik ini saya admin katapendidikan.com akan memberikan update artikel terbaru dengan Judul Legitimasi Tentang Status Kewarganegaraan Indonesia. Isu tentang tentang kewarganegaraan ganda mulai ramai dibicarakan sejak terkuaknya status warga negara arcandra tahar, mantan menteri ESDM yang ternyata memiliki kewarganegaraan ganda yaitu warga negara amerika dan Indonesia.

Hal tersebut menimbulkan stigma di masyarakat bahwa Presiden Jokowi terkesan terburu-buru dalam memilih seorang menteri. Terlepas pemilihan menteri merupakan hak prerogratif presiden namun harus dikaji juga apakah penunjukan seseorang untuk menjadi menteri tidak akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Legitamasi Tentang Status Kewarganegaraan Indonesia

Legitimasi Tentang Status Kewarganegaraan Indonesia

 

Berdasarkan Pasal 23 huruf H Undang-undang No. 12 Tahun 2006 tentang hilangnya status kewarganegaraan menyatakan bahwa ” mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya” berdasarkan penjelasan dari redaksi pasal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa secara hukum arcandra tahar telah kehilangan statusnya sebagai warga negara republik indonesia karena telah memiliki paspor negara Amerika Serikat. Sedangkan indonesia sendiri tidak mengenal istilah kewarganegaraan ganda.

Karena statusnya tersebut maka Arcandra Tahar dinilai tidak dapat dijadikan sebagai seorang menteri, sebab Arcandra Tahar kehilangan statusnya sebagai warga negara indonesia walaupun Arcandra Tahar memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang sumber daya mineral.

Mungkin baru pertama kali dalam sejarah di indonesia atau bahkan di dunia seorang menteri suatu negara hanya menjabat dalam waktu yang singkat yaitu selama 20 hari. Tidak lama setelah munculnya isu dwi kewarganegaraan acandra tahar muncul lagi isu undang-undang tentang kewarganegaraan yang akan direvisi. Banyak kalangan menilai rencana revisi undang-undang kewarganegaraan hanya akan dijadikan sebagai komoditas politik untuk memuluskan jalan bagi arcandra tahar untuk kembali menjabat menteri ESDM.

Masih hangat dalam pikiran kita tentang kisruh kewarganegaraan ganda arcandra tahar, indonesia kembali dikejutkan dengan adanya seorang pesepak bola brazil bernama wanderley santos monteiro junior yang memiliki paspor indonesia untuk bermain di salah satu klub sepak bola di Uni Emirat Arab dan pesepak bola asal maroko bernama driss fettouhi yang juga memiliki paspor indonesia.

Banyak pihak yang mempertanyakan bagaimana bisa seorang warga negara asing yang tidak pernah sekalipun menetap di indonesia bisa memperoleh paspor indonesia. Sedangkan mereka tidak pernah tinggal atau dinilai berjasa bagi indonesia tetapi bisa memperoleh kewarganegaraan indonesia hal ini berdasarkan redaksi dari Pasal 20 Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan ” Orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik

Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberi Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, kecuali dengan pemberian kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda”.

Yang lebih mengherankan lagi adalah isu mengenai cara Driss Fettouhi memperoleh paspor indonesia, menurut pengakuan redouane barkaoui yang dimuat dalam harian jawa pos edisi 31 agustus 2016 menyebutkan bahwa Driss Fettouhi mendapat paspor indonesia atas bantuan salah satu pejabat tinggi di indonesia ketika dirinya bermain untuk timnas maroko dalam turnamen Islamic Solidarity Games yang diadakan di Palembang pada tahun 2013. Fettouhi ditawari menjadi warga negara indonesia karena dinilai bermain bagus pada turnamen tersebut.

Sangat disayangkan pula jika benar seorang pejabat tinggi di indonesia yang dengan mudahnya menawarkan status kewarganegaraan indonesia kepada orang asing yang tidak sekalipun berjasa bagi negara republik indonesia hanya karena dinilai memiliki kemampuan yang bagus dalam bidang sepak bola.

Padahal belum tentu pemain tersebut dikemudian hari dapat memberikan prestasi untuk persepakbolaan indonesia. Dan sebelum isu tentang wanderley dan fettouhi ini muncul ada banyak pemain yang dinaturalisasi oleh indonesia untuk memperkuat timnas sepak bola indonesia namun fakta hari ini menunjukan bahwa para pemain asing yang dinaturalisasi menjadi warga negara indonesia untuk memperkuat timnas sepak bola indonesia dan diprediksi akan membawa prestasi bagi indonesia ternyata hingga saat ini belum membuahkan prestasi sama sekali.

Hal ini seharusnya menjadi peringatan untuk pemerintah indonesia agar lebih memperketat pemberian status warga negara indonesia kepada warga asing. Karena apapun alasan dan pertimbangannya warga negara asing yang ingin menjadi warga negara indonesia harus mengikuti prosedur dan tata cara pemberian status kewarganegaraan berdasarkan konstitusi yang berlaku di indonesia. Karena akan menimbulkan preseden buruk di masyarakat jika hal ini tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah indonesia.

Demikianlah artikel tentang Legitimasi Tentang Status Kewarganegaraan Indonesia, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin 3x dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya bersama dengan kami di katapendidikan.com

Legitimasi Tentang Status Kewarganegaraan Indonesia | admin | 4.5